Menyelami Sejarah Balai Kota Medan: Dari Pusat Pemerintahan hingga Ikon Pariwisata Klasik

15 Jul 2026 1 min read No comments Sejarah
Featured image

Titik nol Kota Medan merupakan saksi bisu awal mula peradaban ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini. Jejak sejarah tersebut masih bisa dinikmati melalui bangunan-bangunan kolonial yang berdiri kokoh, seperti Kantor Pos, Hotel De Boer, De Javasche Bank, dan salah satu ikon utamanya: Balai Kota.

Terletak di seberang Lapangan Merdeka (dahulu De Esplanade), Balai Kota Medan menawarkan pesona masa lalu yang kini berpadu dengan modernitas industri pariwisata.

Jejak Sejarah Abad ke-19

Dibangun pada masa Hindia Belanda tahun 1906 oleh arsitek Hulswit dan Fermont, gedung Balai Kota kemudian direnovasi pada tahun 1923 oleh Eduard Cuypers. Bangunan ini memancarkan nuansa Eropa klasik yang kental.

  • Arsitektur Unik: Didominasi warna putih, bangunan ini mengadopsi pilar tinggi ala Yunani dan jendela bergaya Romawi.
  • Lonceng Bersejarah: Bagian atap berkubahnya dihiasi menara jam lonceng buatan Van Bergen Firm (dipasang tahun 1913). Lonceng ini adalah sumbangan Tjong A Fie, seorang saudagar sukses di Tanah Deli.
  • Pusat Pemerintahan: Awalnya beroperasi untuk De Javasche Bank, gedung ini kemudian dibeli oleh Dewan Kota pada 1909. Baron Mackay menjadi wali kota pertama yang berkantor di sini pada 1918. Di era kemerdekaan, wali kota lokal seperti Luat Siregar dan Agus Salim Rangkuty juga sempat berkantor di gedung ini hingga tahun 1990-an.

Transformasi Menjadi Cagar Budaya dan Penginapan Mewah

Setelah sempat tak terawat pasca-kemerdekaan, pada perayaan HUT Kota Medan ke-400, pemerintah menyerahkan pengelolaan gedung ini kepada pihak swasta. Sejak 2005, gedung ini bertransformasi menjadi D’Heritage Balai Kota, bagian dari lobi Grand Cityhall Medan.

Sebagai cagar budaya berusia lebih dari 120 tahun, bangunan utama tidak boleh direnovasi secara sembarangan, kecuali untuk keperluan perawatan. Hotel ini kini dikelola oleh Archipelago International Indonesia dan menawarkan sensasi menginap bernuansa Eropa akhir abad ke-19.

Pilihan Akomodasi di Grand Cityhall:

Tipe KamarFasilitas UnggulanTarif Promo (Masa Pandemi)
Family SuiteModifikasi ala Jepang, kasur di bawah, kamar mandi dengan kolam besar. Sangat terbatas (8 unit).Rp 920.000 / malam
Premier DeluxeDilengkapi bathtub, karpet beludru, dan jendela menghadap kolam renang.Menyesuaikan
Kondotel (2 Kamar)Cocok untuk tamu long stay, akses masuk terpisah (privat).Rp 1.360.000 / malam

Ba

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply

Beranda Jelajah Kategori Akun
Home
Search
Mata Bumi
Direktori
Account