Hidangan Sehari-hari dan Makanan Penghibur

23 Dec 2025 1 min read No comments kuliner
Featured image
Spread the love

Beralih dari hidangan sakral, masakan Toba juga kaya akan makanan sehari-hari yang menjadi sumber gizi dan kenyamanan bagi masyarakatnya.

 

Mie Gomak: Spaghetti Batak

Mie Gomak adalah salah satu ikon kuliner Toba yang paling terkenal. Namanya berasal dari cara penyajian tradisionalnya, di mana mi digenggam atau diambil dengan tangan (digomak) sebelum diletakkan di piring. Mi yang digunakan adalah mi lidi yang tebal dan kaku, sehingga sering dijuluki “Spaghetti Batak”. Hidangan ini umumnya disajikan dalam dua varian utama: mi kuah dengan kuah santan yang kental, pedas, dan kaya rasa andaliman, atau sebagai mi goreng. Mie Gomak sering disantap sebagai menu sarapan yang mengenyangkan, biasanya ditemani telur rebus dan gorengan.

 

Daun Ubi Tumbuk: Pendamping Hijau Khas

Ini adalah sayur pendamping yang hampir selalu ada di setiap hidangan Toba. Sesuai namanya, proses pembuatannya melibatkan daun singkong (daun ubi) yang ditumbuk (ditumbuk) bersama bumbu-bumbu seperti bawang, cabai, dan buah rimbang (sejenis terung pipit yang memberikan rasa sedikit pahit khas). Campuran ini kemudian direbus dengan santan hingga matang. Kesederhanaan dan rasanya yang gurih menjadikannya penyeimbang yang sempurna untuk hidangan daging yang lebih berat dan berbumbu kuat.

 

Dali ni Horbo: Keju Tradisional dari Susu Kerbau

Dali ni Horbo adalah produk kuliner yang unik dan mempesona. Namanya secara harfiah berarti “susu kerbau”. Makanan ini dibuat dari susu kerbau segar yang dimasak perlahan dan digumpalkan menggunakan agen alami seperti air perasan daun pepaya atau nanas, bukan rennet hewani. Hasilnya adalah gumpalan lembut mirip tahu sutra yang bisa dinikmati langsung atau dimasak kembali dengan bumbu arsik. Karena populasi kerbau yang semakin berkurang, Dali ni Horbo kini menjadi hidangan yang cukup langka namun sangat dihargai karena kandungan proteinnya yang tinggi dan rasanya yang khas.

 

Tanggo-Tanggo

Hidangan ini sering dianggap sebagai kerabat dekat Saksang. Perbedaan utamanya terletak pada ukuran potongan dagingnya yang lebih besar, kira-kira sebesar kepalan tangan (tanggo berarti “kepalan”). Bumbunya mirip dengan Saksang, namun umumnya tidak sepedas itu, dan terkadang disajikan terpisah dari dagingnya. Tanggo-tanggo sering disajikan dengan kuah kaldu dari rebusan dagingnya, baik itu daging babi maupun anjing.

Author: Admin Onetoba

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beranda Jelajah Kategori Akun