Tur Jajanan Khas Toba

25 Dec 2025 1 min read No comments kuliner
Featured image
Spread the love

Dunia jajanan atau kue-kue tradisional Toba sangat beragam, menawarkan jeda manis dan gurih yang mencerminkan kreativitas dalam mengolah hasil bumi lokal, terutama beras dan kelapa.

 

Trio Kukus: Lapet, Ombus-ombus, dan Itak Gurgur

Tiga kue ini memiliki bahan dasar yang hampir identik—tepung beras, kelapa parut, dan gula merah—namun dibedakan oleh bentuk dan makna filosofisnya. Perbedaan bentuk ini bukanlah hal yang sepele; ia adalah penanda morfologis yang mengkodekan identitas, asal-usul, dan fungsi simbolis dari masing-masing kue.

  • Lapet: Kue ini dibungkus dengan daun pisang yang dilipat membentuk limas atau piramida. Namanya sendiri berasal dari proses melipat daun pembungkusnya. Lapet adalah kue wajib di berbagai acara adat dan syukuran. Rasanya yang manis melambangkan sukacita dan doa untuk kebahagiaan.
  • Ombus-ombus: Sangat mirip dengan Lapet, namun biasanya dibentuk kerucut dan berasal dari daerah Siborong-borong. Namanya yang unik berarti “tiup-tiup”, merujuk pada kebiasaan untuk meniupnya terlebih dahulu sebelum dimakan karena disajikan saat masih sangat panas.
  • Itak Gurgur / Pohul-pohul: Kue ini unik karena dapat disajikan tanpa dimasak (hanya dicampur) atau dikukus sebentar. Adonan tepung beras, kelapa, dan gula dibentuk dengan cara dikepal atau digenggam erat dengan tangan, meninggalkan jejak jari pada kue tersebut (pohul berarti “kepalan”). Bentuk kepalan tangan ini memiliki makna simbolis dalam musyawarah adat, melambangkan kesepakatan. Nama gurgur berarti “membara”, melambangkan semangat yang diharapkan dapat ditimbulkannya.

 

Duo Sangrai: Sasagun dan Tipatipa

  • Sasagun: Camilan manis bertekstur remah ini dibuat dari tepung beras yang disangrai bersama kelapa parut hingga berwarna kecoklatan, lalu dicampur dengan gula. Sasagun sangat awet dan tidak mudah basi, menjadikannya bekal tradisional bagi orang Batak yang hendak merantau atau melakukan perjalanan jauh.
  • Tipatipa: Dikenal sebagai “berondong beras” khas Batak, Tipatipa dibuat dari padi muda yang masih hijau. Padi direndam, disangrai, lalu ditumbuk selagi panas. Proses ini akan memipihkan bulir beras dan melepaskannya dari sekam, menghasilkan camilan renyah yang mirip sereal.

 

Camilan Terkemuka Lainnya

Beberapa camilan lain yang patut disebut adalah Kacang Sihobuk, yaitu kacang tanah yang disangrai dengan media pasir panas, berasal dari Desa Sihobuk, memberikan rasa gurih yang khas. Ada pula Kue Gadong, kue goreng yang bentuknya menyerupai perkedel, terbuat dari tepung beras dengan isian gula merah.

Author: Admin Onetoba

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beranda Jelajah Kategori Akun