8 Fakta Menarik Danau Toba, Danau Terluas di Indonesia

26 Sep 2023 4 min read No comments Tips Wisata
Featured image

 Danau Toba atau Kaldera Toba adalah salah satu kawasan taman bumi (geopark) di Indonesia yang telah berstatus sebagai UNESCO Global Geopark.

Secara konsep, geopark adalah kawasan yang memiliki unsur geologi terkemuka, di mana masyarakat setempat juga berperan serta melindungi warisan alam tersebut.

Dewan Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kemudian memberikan penghargaan khusus bagi beberapa geopark terbaik di seluruh dunia dengan gelar UNESCO Global Geoparks (UGG).

Sebelumnya pada tahun 2020, pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris menetapkan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark.

Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, yang berlangsung pada tanggal 31 Agustus-2 September 2019.

Sebelum Geopark Kaldera Toba, Indonesia telah memiliki 4 situs UNESCO Global Geopark lainnya, yaitu Geopark Batur, Geopark Cileteuh, Geopark Gunung Sewu, dan Geopark Rinjani.

Selain itu, terdapat berbagai fakta menarik terkait Danau Toba yang dapat Anda simak.

1. Danau Toba Terbentuk dari Letusan Gunung Toba

Danau Toba merupakan danau vulkanik yang sesungguhnya adalah bekas sebuah kaldera besar gunung api bernama Gunung Toba.

Kaldera ini diperkirakan terbentuk dari letusan dahsyat Gunung Toba yang terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu yang menjadi letusan terbesar di dunia dalam 28 juta tahun terakhir.

Dikutip dari laman indonesiabaik.id, Danau Toba terbentuk dari tiga letusan besar Gunung Toba.

Letusan pertama terjadi pada 800.000 tahun lalu menghasilkan kaldera di sisi selatan, kemudian letusan kedua pada 500.000 tahun lalu membentuk kaldera di sisi utara.

Baru pada letusan ketiga yang juga menjadi letusan terbesar akhirnya menghasilkan kaldera yang menjadi Danau Toba.

2. Danau Toba Menjadi Danau Terluas di Indonesia

Danau yang awalnya merupakan kawah vulkanik hasil letusan dari Gunung Toba ini berada di ketinggian 905 meter di atas permukaan laut.

Berukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer, menjadikan Danau Toba sebagai danau terluas di Indonesia, sekaligus danau kaldera terbesar di dunia.

Tak heran jika Danau Toba dapat menyimpan cadangan air tawar sebagai bahan baku air minum untuk masyarakat setempat.

3. Danau Toba Bukan Danau Terdalam di Indonesia

Meski titik terdalamnya mencapai 508 meter, ternyata hal ini tidak menjadikan Danau Toba sebagai danau terdalam di Indonesia.

Status Danau danau terdalam di Indonesia dipegang oleh Danau Matano di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang juga menjadi danau terdalam di Asia Tenggara.

4. Danau Toba Memiliki Pulau dengan Danau di Tengahnya

Dahsyatnya letusan Gunung Toba juga memunculkan kerucut vulkanik berwujud Pulau Samosir yang kini terletak di tengah Danau Toba.

Pulau Samosir sebelumnya adalah dasar danau yang kemudian terangkat ke permukaan akibat adanya aktivitas pengangkatan dasar kawah atau kaldera sebagai akibat dari desakan magma dalam proses pencapaian kesetimbangan baru pasca erupsi.

Pulau ini mempunyai danau seluas 5 hektare bernama Danau Sidihoni yang dijuluki danau di dalam danau.

5. Danau Toba Dihiasi Keindahan Air Terjun

Di tepian Danau Toba juga ditemukan beberapa kenampakan alam, termasuk air terjun yang indah.

Salah satu air terjun cantik yang sudah dikenal wisatawan adalah Air Terjun Situmurun.

Air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter dan memiliki tujuh tingkatan ini sangat unik karena aliran airnya langsung menuju ke Danau Toba.

6. Danau Toba adalah Rumah Bagi Suku Tomok dan Simanindo

Danau Toba adalah rumah bagi dua kelompok suku yaitu Tomok dan Simanindo.

Hal ini dibuktikan dengan adanya Museum Batak Tomok terletak di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Selain itu, ada juga Museum Huta Bolon di di Desa Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

7. Status Danau Toba sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP)

Danau Toba merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) yang menjadi fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) selain yakni Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Sebagai Destinasi Super Prioritas, kawasan Danau Toba dinilai keunikan tersendiri baik dari panorama alam, biodiversitas, hingga keragaman budaya.

Kemenparekraf sendiri menilai Danau Toba memiliki daya tarik pariwisata karena memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan.

Keindahan alam Danau Toba yang terbentang di tujuh kabupaten yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata kelas dunia.

8. Cerita Rakyat Legenda Terbentuknya Danau Toba

Keberadaan danau ini juga tidak dapat dilepaskan dari berkembangnya cerita rakyat berupa Legenda Terbentuknya Danau Toba yang dipercaya masyarakat setempat.

Menurut cerita masyarakat, keberadaan Danau Toba bermula dari uah seorang pemuda bernama Toba yang bekerja sebagai petani dan mencari ikan di sungai.

Pada suatu hari, Toba mendapatkan seekor ikan mas berukuran besar ketika memancing di sungai. Namun karena sisik ikan ini terlihat berkilauan dan cantik, Toba memutuskan untuk membawanya pulang dan memeliharanya.

Ternyata setelah ditangkap dan dibawa pulang, ikan emas itu menjelma menjadi sosok putri yang berparas cantik. Toba pun jatuh cinta melihat kecantikan dari sang putri dan memutuskan untuk menikahinya.

Sang putri setuju dengan syarat bahwa Toba harus berjanji merahasiakan asal usulnya pada siapa pun. Toba menyetujuinya dan akhirnya mereka resmi menikah

Rumah tangga toba dan sang putri berjalan harmonis, hingga mereka dikaruniai keturunan yang diberi nama Samosir. Samosir tumbuh besar dan kerap ikut bekerja membantu ayah dan ibunya.

Suatu hari Samosir diminta ibunya untuk mengantarkan makanan pada Toba di ladang. Sayangnya di tengah perjalanan Samosir merasa lapar dan menghabiskan bekal yang dibawanya.

Saat Toba mendapat bekal yang sudah kosong tersebut, ia seketika murka dan mengatakan bahwa Samosir adalah anak ikan.Setelah itu, bencana itu datang.

Langit berubah gelap dan menurunkan hujan sangat deras berhari-hari. Akibat derasnya hujan, daratan tergenang dan muncul sebuah danau besar yang dikenal sebagai Danau Toba dengan pulau di tengahnya yang bernama Pulau Samosir.

Sumber:

Kompas.com

Author: Bang Ferry

Share:

Tinggalkan Balasan