Menjelajah Pulau Sibandang di Danau Toba Sembari Mengedukasi tentang Wisata Berbasis Konservasi

30 Jan 2024 1 min read No comments Informasi Umum
Featured image

Pulau Sibandang di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, mendadak ramai. Pulau terbesar kedua di Danau Toba, setelah Samosir, itu menjadi lokasi para relawan Strive Voluntourism for Sibandang – Berbagi Inspirasi Lewat Profesi.”

Para relawan memperkaya pengalaman anak-anak pulau untuk menciptakan lingkungan yang ceria dan bersahabat. Tidak hanya itu, anak-anak diajak menjaga dan melestarikan keindahan alam.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Taput Sasma Situmorang turut serta dalam acara itu. Dia memandikan kerbau yang menjadi simbol kebersamaan sekaligus mencerminkan peran strategis pemerintah dalam pengembangan pariwisata berbasis konservasi dan alam di Pulau Sibandang.

“Komunitas Strive bukan hanya berwisata. Mereka mengedukasi, motivasi anak-anak dan mempromosikan Pulau Sibandang sebagai objek wisata yang menarik,” kata Sasma, Selasa, 23 Januari 2024.

Dibandingkan dengan Pulau Samosir, Sibadang kalah populer sebagai destinasi wisata di Danau Toba. Padahal pulau ini menjadi bagian penting dalam pengembangan Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Sebagai tujuan wisata, pulau ini memiliki sejumlah desa wisata yang menarik dikunjungi, seperti Desa Papande yang menjadi sentra pembuatan ulos. Wisatawan juga bisa menemukan rumah adat Batak yang disebut dengan bolon. Bagi penyuka sejarah, kunjungi Rumah Kepala Nagari Rajagukguk, Makam Raja Sorta Uluan di puncak bukit Sibandang, serta situs Partukkoan yang berupa kursi batu tempat para raja bermusyawarah.

Wisata berbasis konservasi

Executive Director of Strive Nukeu Novia Andriani S menyoroti keunikan Pulau Sibandang sebagai bagian dari Kaldera Toba, salah satu geopark global UNESCO. Katanya, Pulau Sibandang terbentuk akibat letusan dahsyat pada 74.000 tahun lalu. Pengelolaan pariwisata di kawasan ini harus berbasis konservasi dan alam.

“Strive Voluntourism for Sibandang menggabungkan keindahan alam dengan kearifan lokal, menciptakan pengalaman wisata yang tak terlupakan,” katanya.

Sekretaris Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark atau BP TCUGGP Debbie Panjaitan menyambut partisipasi para volunteer sebagai langkah maju menjadikan Pulau Sibandang destinasi pariwisata berbasis geopark. Dia mengajak semua pihak melestarikan budaya yang kaya di Pulau Sibandang, menjadikan pengalaman wisata sebagai ajang pembelajaran nilai-nilai lokal.

Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Geopark Indonesia Mohamad Farid Zaini menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan pariwisata. Banyak destinasi wisata di Pulau Sibandang seperti ulos, menaiki dragon boat dan lainnya.

“Ini semangat dan antusiasme kami para volunteer mendukung perkembangan Pulau Sibandang,” ucap Farid.

MEI LEANDHA

Sumber: tempo.co

Author: 1toba

Share:

Tinggalkan Balasan