Menjelajah Rimba Bukit Lawang: Sensasi Trekking Seru Bertemu Orangutan dan Primata Endemik

13 Jul 2026 2 min read No comments Wisata
Featured image

Bukit Lawang bukan sekadar destinasi wisata biasa. Berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Sumatera Utara, tempat ini adalah surga bagi para pencinta alam liar. Wisatawan ditawarkan beragam aktivitas luar ruang yang memacu adrenalin, mulai dari berkemah, mengarungi derasnya sungai (river tubing), menjelajah gua, hingga kegiatan paling primadona: trekking menyusuri hutan hujan tropis.

Pada sebuah kesempatan Familiarization Trip Ekowisata yang diinisiasi oleh DESMA Center bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tergambar jelas betapa serunya menjejaki rute alam Bukit Lawang.

Bagi Sahabat onetoba.com yang berjiwa petualang, berikut adalah gambaran keseruan dan panduan ringan jika Anda ingin menjajal trekking di kawasan ini!

Persiapan Fisik dan Jalur Pembuka yang Menantang

Meski rute trekking di Bukit Lawang tergolong ramah dan tidak terlalu ekstrem, persiapan fisik dan perlengkapan tetap menjadi kunci kenyamanan.

  • Tanjakan Pembuka: Perjalanan dimulai dengan jalur menanjak sepanjang 200 hingga 300 meter. Jalur ini berawal dari anak tangga yang perlahan berubah menjadi jalanan bebatuan tanah yang cukup licin, terutama jika area tersebut baru saja diguyur hujan semalaman.

  • Wajib Sepatu Gunung: Pemandu sangat menyarankan wisatawan untuk menggunakan sepatu trekking alih-alih sandal. Permukaan bebatuan yang licin dan berlumut membutuhkan alas kaki dengan cengkeraman yang kuat agar Anda tidak mudah terpeleset.

Bonus Tak Terlupakan: Bertemu Penguasa Hutan

Daya tarik utama memasuki kawasan TNGL tentu saja adalah potensi perjumpaan dengan satwa liar yang eksotis. Perlu diingat, karena mereka hidup bebas di alam liar, kemunculan satwa-satwa ini tidak bisa diprediksi dan sangat mengandalkan keberuntungan.

1. Perjumpaan dengan Orangutan Tak jauh dari garis start, di sekitar area perkebunan warga yang berbatasan dengan hutan, wisatawan sering kali mendapat “bonus” melihat orangutan yang sedang bergelantungan santai di atas pohon yang menjulang tinggi.

Muhammad Abdillah Desviardo Pinem (Ardo), salah satu pemandu lokal, membagikan beberapa aturan penting saat berpapasan dengan primata langka ini:

  • Jaga Jarak Aman: Jangan pernah mencoba mendekat, menyentuh, atau memberi makan.

  • Kurangi Tingkat Kebisingan: Hindari membuat suara gaduh atau teriakan yang bisa mengganggu kenyamanan dan memicu stres pada satwa.

2. Berkenalan dengan Thomas’s Leaf Monkey Setelah berjalan sekitar satu jam dan memasuki gerbang batas hutan TNGL yang sesungguhnya, primata endemik Sumatera lainnya kerap menyapa pengunjung: Thomas’s Leaf Monkey (Kedih).

Sesuai dengan namanya, primata unik dengan gaya rambut khas ala mohawk ini merupakan hewan pemakan dedaunan.

  • Pola Makan: Sekitar 75 persen asupan makanan mereka adalah daun segar. Sisanya, mereka memakan biji-bijian, buah, serta serangga atau sarang semut sebagai sumber protein.

  • Mudah Ditemui: Populasi monyet ini cukup banyak di kawasan TNGL. Mereka cenderung berani dan sering kali terlihat berkeliaran bebas, bahkan sesekali menyambangi area restoran di sekitar Bukit Lawang.

Menyaksikan langsung monyet-monyet ini asyik mengunyah dedaunan di habitat aslinya memberikan sensasi kedamaian tersendiri, sekaligus menjadi penutup manis dari petualangan trekking yang mengesankan di Bukit Lawang.

Author: Gabs Art

Leave a Reply

Beranda Jelajah Kategori Akun
Home
Search
Mata Bumi
Direktori
Account